Rabu, 25 Februari 2015

Lee Kuan Yeuw

Pendiri dan pembangun negara Singapura Lee Kuan Yeuw (91) dikabarkan sejak 5 Feb 2015 dirawat di RS karena radang paru-paru akut. Dia adalah salah satu pendiri partai People's Action yang berkuasa sejak 1959. Pada tahun 1965 Singapura berpisah dari Malaysia dan Lee dikabarkan menangis atas pemisahan yang dilatarbelakangi etnis itu.
Lee lulusan hukum Universitas Cambridge mempunyai peran yang sangat kuat dalam membangun negara pulau itu. Ia tidak memberikan ruang terhadap oposisi. Seorang pemimpin partai Komunis ditahan-rumah di Pulau Sentosa selama bertahun-tahun. Pada waktu penjajahan Jepang ia melihat orang yang melawan Jepang digantung, sehingga memberikan inspirasi terhadap pentingnya menunjukkan kekuasaan.
Perubahan disiplin dan etos kerja masyarakat dilakukannya dengan tegas misalnya dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengubah kebiasaan jorok orang Cina yang sembarangan meludah. Permen karet dilarang, membuang sampah tidak sembarangan. Denda untuk berbagai macam pelanggaran. Singapura adalah "fine city."
Pada usia lanjut Lee melakukan meditasi. Setiap malam ia melafalkan "ma-ra-na-tha"(datanglah Tuhan- bhs Aramik). Meskipun ia agnostik. Dengan setia ia menemani isterinya yang menderita stroke di ranjang perawatan. Cintanya itu sungguh luar biasa.Lee merasa badannya semakin lemah setiap hari dan menginginkan agar bisa mati cepat.
Salah satu hal yang menarik adalah hubungan Singapura dengan China. PM Deng Hsiao Ping membawa pejabat-pejabat pemerintahnya untuk belajar administrasi negara ke Singapura. Lee minta Deng agar kampanye komunis yang berisik ke negara lain dikurangi. Deng mengiyakan dan bilang untuk itu dibutuhkan waktu. Deng dalam sejarah diketahui berhasil membangun China menjadi kekuatan ekonomi besar dunia nomer satu.
Lee Shien Loong anak lelaki tertuanya meneruskan dinasti kepemimpinan Singapura. Lee tua masih mengawasi jalannya pemerintahan. 
Singapura makmur meskipun rakyatnya hidup monoton. Perubahan fokus ekonomi dilakukan dengan cerdik. Gorge Lucas Light Magic membuat animasi dan efek untuk filem Holiwood. Ada balap F1. Ada Konser, opera dan pertunjukan seni dan pameran lukisan yang diincar pelukis-pelukis Indonesia. Temasek (hutan rawa- bhs Melayu) Holdings menjadi perusahaan investasi milik pemerintah yang merambah dunia.
Kerja-kerja-kerja. Singapura maju dengan cara itu.

Lokal dan Glogal

Menjadi warga dunia dan menjadi warganegara suatu kawasan apakah tidak mencabik diri seseorang?
Sudah menjadi fenomena umum arus deras berita dunia menghempas bagaikan gelombang laut. Datang dan pergi membawa identitas seseorang dari pantai identitas lokal ke samudera identitas dunia. Apa ada yang hilang?
Arus ke pantai lokal sangat kuat. Arus itu paling kuat datang dari dunia hiburan. Ketika tahun 1930 an industri Holywood menggunakan pendekatan bintang daripada naskah filem, maka aktor dan aktris filem menjadi, tepatnya dijadikan, bintang. Hebatnya arus melalui media teknologi informasi menyebabkan bokong dan dada Kim Kadarshian populer. Apa luar biasanya? keunggulan membuat sensasi.
Gelombang lain dibawa oleh industri pornografi yang mudah sekali menarik minat lelaki muda dan, jangan salah, dewasa.
Gelombang lain datang dari berita remeh temeh yang mengalihkan perhatian sesaat saja. Berita kecil yang lucu, aneh, unik dan konyol. Media sudah umum menyelipkan kisah itu dalam kolomnya
Gelombang lain datang dari tip kesehatan, kebugaran, sukses dan hidup bahagia
Gelombang lain dimanfaatkan oleh sekelompok radikal untuk menyebarkan ide-ide yang gila. Mereka yang menyebut diri IS, misalnya. Tiga remaja perempuan Inggris kabur mau bergabung hanya karena mereka di dalam kamar tersentuh dengan ajakan penceramah yang jago.

Pilihan informasi yang melimpah ini membawa manfaat yang besar dalam pengetahuan. Kita bisa belajar dengan mudah dan cepat. Bahasa Inggris, misalnya sebagai bahasa global sudah punya rasa Asia, Amerika, Singapura atau Afrika. Tidak ada yang salah mengatakan "three" dengan "tree." Tetapi hati-hati dengan "bag" atau "back." Bilang "Punggungmu bagus" haha, bisa melecehkan itu.

Tetapi sistem otak yang lambat mengolah informasi, sistem #2 kata Daniel Kahneman, akan dikalahkan oleh otak yang responsif. Blink! informasi disebarkan dan diterima sebagai kebenaran dalam bilangan detik. Kutip dan kirim sudah umum di media sosial. Kotak sampah penuh dalam sehari.

Pantai sebagai gambaran tradisi, karakteristik lokal terkikis dengan dahsyat. Maka bokong Kim tadi lebih populer daripada cakra Pangeran Diponegoro. Siapa peduli sama sejarah. Apa sisi menariknya? Darimana sejarah menghasilkan duit?

Maka tiap orang mengakui bisa menjadi pengamat yang baik dalam kasus BW dan BG hanya dari mengaduk aduk informasi yang berterbangan di dunia maya.

Kita pada akhirnya mengalami pikiran yang penuh. Perlu defrag. Waktu memang linier dan sempit rasanya. Tradisi lokal dihimpit dengan kuat oleh arus samudera dunia. Anak-anak tidak belajar bahasa Indonesia menjelang ulangan. Apa gunanya? Sejak kecil malahan banyak keluarga menggunakan kata "dad" dan "mum."

Mungkin saatnya rehat dan memandang ke dalam diri sendiri. Menghilangkan riuh rendah arus samudera. Hening. Wayne Dryer, psikolog, mengatakan kita tidak bahagia karena salah : memandang keluar bukan memandang ke dalam diri kita. Mungkin perlu ditambahkan, kita kehilangan tanah berpijak karena berniat menjadi warga negara dunia.